Skip to main content

Apa itu Jurnalis TV dan Citizen Jurnalism

Fungsi Siaran TV dengan kemajuan teknologi di bidang elektronika komunikasi dan komputer sangat mendukung kemajuan dalam teknologi informasi. Kemajuan teknologi dan informasi yang sangat pesat membuat dunia terasa makin kecil dan transparan serta makin terasa cepat berubah. Bahkan saat ini informasi telah menjadi komoditi yang memiliki arti ekonomis, politis maupun strategis. 

Media informasi TV merupakan media yang sangat efektif karena kandungan informasi yang ada dalam TV (gambar) jauh lebih besar dari pada media lainnya baik media cetak maupun radio. dengan demikian siaran TV memiliki arti dan fungsi yang sangat pentinguntuk penyampaian informasi dari pemerintah maupun dari sumber-sumber yang lain untuk kepentingan nasional maupun regional.


Apa itu Jurnalis TV dan Citizen Jurnalism


A. Jenis Informasi Pada Siaran TV

1. Berita

Beberapa stasiun TV mengemas berita ini sesuai dengan selera masing-masing. Misalnya dengan menamakannya program liputan. Berdasarkan waktu siarnya lalu dikenal dengan nama liputan pagi, liputan siang, liputan petang dan liputan malam. Ada juga yang memberikan nama berita pagi, berita nusantara dsb. Informasi jenis berita ini juga dapat dikemas menjadi bentuk dialog seperti dialog pro dan kontra, dialog perikanan dan kelautan, dialog ekonomi, politik dsb.

2. Hiburan

Siaran hiburan ini juga dikemas secara sangat variatif oleh setiap stasiun TV. Misalnya film, sinetron, musik, kesenian, drama. Film dapat dibedakan menjadi film anak-anak, dewasa, film cerita,
legenda, komedi dsb.

3. Entertaintmen

Jenis ini juga tergantung setiap stasiun siaran TV dalam mengemas program ini. Mereka saling menyuguhkan yang terbaik dan berusaha membuat semenarik mungkin untuk merebut pemirsa.  

4. Iklan

Terdapat dua kelompok iklan yakni iklan layanan masyarakat dan iklan produk barang tertentu dengan tujuan profit atau mencari keuntungan. iklan layanan masyarakat seperti hemat energi, beralih dari minyak tanah ke kompor gas dsb. Iklan yang profit misalnya rokok, pasta gigi dsb.


B. Kalayak Sasaran Siaran TV

Khalayak sasaran siaran televisi didasarkan pada umur dan status sosial.
Berdasarkan umur pemirsa televisi dikelompokkan menjadi 3: 
  • Anak-anak: umur 5 sampai 10 tahun
  • Remaja: umur 15 sampai 25 tahun
  • Dewasa: diatas 25 tahun
Berdasarkan status sosial pemirsa televisi dibagi menjadi 3 kategori : 
  • High class: kategori ini merupakan komunitas orang yg mempunyai status sosial/ pekerjaan tinggi seperti pengusaha/ bos, orang kaya dll.
  • Medium class: komunitas orang yang mempunyai pekerjaan sedang spt mahasiswa, pelajar, pegawai, TNI/Polri, wiraswasta dll.
  • Low class: kategori ini diisi oleh komunitas buruh dan pengangguran. 
C. Apa Itu Jurnalisme Warga

Jurnalisme Warga adalah kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi dan berita. Tipe jurnalisme seperti ini akan menjadi paradigma dan tren baru tentang bagaimana pembaca atau pemirsa membentuk informasi dan berita di masa mendatang.

Jurnalisme warga didasari oleh gagasan bahwa masyarakat yang tidak mengalami pelatihan maupun pendidikan jurnalisme profesional, namun dapat memanfaatkan peralatan teknologi modern dan internet global untuk berkreasi, melengkapi maupun memeriksa fakta-fakta yang diberitakan dalam media. Hal itu bisa dilakukan sendiri maupun berkolaborasi dengan yang lain.

Dalam artikel Review Jurnalisme Online tahun 2003, J. D. Lasica mengklasifikasi media jurnalisme warga ke dalam beberapa tipe
  • Pertama, partisipsi pemirsa, seperti komentar dalam berita online, blog pribadi, foto atau video. 
  • Kedua, berita dan informasi situs-situs independen. 
  • Ketiga, situs berita dengan partisipasi penuh, seperti OhmyNews. 
  • Keempat, kolaborasi situs-situs media, seperti Slashdot, Kuroshin. 
  • Kelima, jenis “thin media”, seperti milis dan newsletter.
Intinya, jurnalisme warga/publik atau jurnalisme partisipatif adalah partisipasi aktif warga negara dalam mengoleksi, melaporkan, menganalisis dan menyebarluaskan berita dan informasi. Jurnalisme warga adalah bentuk khusus dari media warga yang informasinya berasal dari warga itu sendiri.

1. Media Jurnalisme Warga
  • Media Audio - Visual: Radio, TV, Forum pembaca di koran / majala
  • Online: facebook, twitter, instagram dll
2. Isi Media sebagai ruang publik
  • Berita (dalam berbagai format)
  • Wawancara 
  • Talkshow
3. Non Berita (ruang privat)
  • Opini
  • Surat pembaca
  • Tajuk rencana
  • Iklan
4. Kode Etik Jurnalistik
  • Tidak berprasangka
  • Mengandung konfirmasi
  • Tidak sarkastis / sadistis / pornografis / SARA
  • Menggunakan tata bahasa yang benar
  • Dan berdasarkan fakta


D. Prinsip Dasar Citizen Journalism

Pewarta (reporternya) adalah pembaca, khalayak ramai, siapapun yang mempunyai informasi atas sesuatu, Siapa pun dapat memberikan komentar, koreksi, klarifikasi atas berita yang diterbitkan, Biasanya non-profit oriented, Masih didominasi oleh media-media online, Memiliki komunitas-komunitas yang sering melakukan gathering, Walaupun ada kritik, tidak ada persaingan antarpenulis (reporter), Tidak membedakan pewarta profesional atau amatir, Tidak ada seleksi ketat terhadap berita-beritanya, Ada yang dikelola secara profesional ada pula yang dikelola secara amatir, pembaca dapat langsung berinteraksi dengan penulisnya melalui kotak komentar atau e-mail.

E. Kelemahan Citizen Journalism 

Masalah yang dihadapi dari munculnya citizen journalism adalah citizen journalist hanya eksis di beberapa blog saja. Kenyataannya bisa dilihat dari empat kategori citizen journalism: 
  • Citizen journalist adalah orang yang memiliki kamera digital atau kamera ponsel dan menyunting karya mereka, seperti peristiwa utama (tsunami, bom di London) atau kecelakaan mobil, ke organisasi berita; 
  • Citizen journalist adalah orang yang ingin menemukan komunitas lokal atau cybercommunity dan memproduksi tulisan tentang komunitasnya; 
  • Citizen journalist adalah orang yang mengkritisi dan mengampanyekan sebab-sebab politik; 
  • Citizen journalism adalah orang yang berpartisipasi ke dalam sebuah “percakapan” dengan para jurnalis profesional dan para pemilik blog.
Tidak ada yang meragukan bahwa sesuatu yang baru telah muncul dan kantor berita tradisional harus setuju dengan citizen journalist. Akan tetapi, esensi citizen journalismtelah menggantikan jurnalisme tradisional yang dianggap mati.

Para citizen journalist adalah bagian dari keluarga. Dan perbedaannya terletak pada sebutan yang diberikan kepada mereka, yaitu “intelegensi kolektif”. Bagi seorang jurnalis, kantor berita adalah ekspresi intelegensi kolektif dengan hubungan horizontal antara kolega, tetapi juga memiliki hubungan vertikal dengan editor.

Ada juga yang mempertanyakan bagaimana mempertanggungjawabkan kebenaran informasi yang ditulis oleh orang biasa? Bagaimana jurnalisme publik bisa dipercaya? Bagaimana mengelola kredibilitas? Terkadang kita tidak bisa memastikan kebenaran informasi yang berasal dari citizen journalist. Kita tidak bisa percaya begitu saja kepada karya mereka. Ada fungsi jurnalisme yang hilang dan konsep citizen journalis, yaitu verifikasi. Siapa saja bisa mengirmkan karya jurnalistiknya tanpa melalui proses verifikasi.



E. Kelebihan Citizen Journalism

Siapa yang diuntungkan? Banyak orang yang merasa tidak bisa menggunakan blog, karena mereka merasa tidak akrab dengan Informasi Teknologi (IT). Padahal, isi dari blog tidak adanya hubungannya dnegan IT. Setiap orang dapat menulis apapun. Inilah hal yang penting bagi masyarakat, bahwa mereka disajikan beragam pilihan untuk dipiih. Di sini juga lah letak keindahan citizen journalism, semuanya dikembalikan pada masyarakat.

Perkembangan teknologi informasi juga mengubah hakekat media. Dengan internet, kini berkembang situs-situs lembaga maupun pribadi. Selain itu, berkembang juga weblog ataublog, di mana setiap orang bisa melaporkan peristiwa di sekelilingnya, atau paling tidak, melaporkan gagasannya kepada publik. Dengan demikian, kalau dulu media didirikan oleh lembaga, atau individu yang mempunyai uang dan kekuasaan (power), kini setiap individu bisa membuat media. Karena itu, di zaman internet ini, setiap individu juga adalah media.
Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar