Skip to main content

Sepasang Suami Istri Harus Menerima Pembatalan Pemberangkatan Haji Untuk Keduakalinya


Kisah Bu Erva dan Bapak Nur Huda Sepasang Suami Istri Harus Menerima Pembatalan Pemberangkatan Haji Untuk Keduakalinya

Bu Erva berusia 45 Tahun Tahun, warga Desa Jatiagung, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, beliau hanya bisa pasrah saat mendapatkan kabar pemerintah menunda keberangkatan haji tahun ini. Calon jemaah haji ini mengaku sudah dua kali batal berangkat ke Tanah Suci.

Padahal, suami Bu Erva ini mendaftarkan haji setelah mengumpulkan uang hasil kerja kerasnya. Suaminya bernama Nur huda yang berprofesi sebagai Juragan Salep Padi di UD Amanah Jati Agung “Ya mau bagaimana lagi. Kami hanya bisa pasrah. Saya memberangkatkan haji istri saya dengan biaya uang dari hasil kerja yang saya kumpulkan” ucap Nur Huda, Selasa (15/6/2021).


Sebenarnya beliau berangkat tahun 2020. "Pengunduran pertama, diundur tahun 2021 tahun ini karena alasan covid,, dan ternyata ada kemunduran lagi tahun depan 2022 karena covid dan adanya dampak problem di India" pungkas Nur Huda (15/6/2021).

Nur Huda mengaku kecewa dengan pembatalan Haji 2021 ini, sebab dia mengaku sudah melakukan persiapan. Meski begitu, dia sadar situasi pandemi COVID-19 ini memang juga menjadi salah satu alasan pemerintah membatalkan Haji 2021.

"Jangan sampai menghalangi jamaah haji yang mau menyempurnakan ibadah, saya sedikit kecewa sebagai jamaah haji yang sudah dua kali di undur" ucapnya. Dia pun berharap pandemi ini segera berakhir sehingga pada tahun depan mimpinya berangkat ke tanah suci bisa terealisasi tanpa adanya halangan lagi.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar