Skip to main content

Gelar Seminar Nasional IAIN Jember Angkat Tema Radikalisme dan Rasisme

Institut Agama Islam Negeri Jember menyelenggarakan Seminar Nasional di Gedung Kuliah Terpadu Lantai III IAIN Jember, Selasa 10 September 2019, yang mengangkat tema “Bersatu Menangkal Bahaya Radikalisme dan Rasisme” oleh Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia (AMDIN) dan Republik Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Jember.


Gelar Seminar Nasional IAIN Jember Angkat Tema Radikalisme dan Rasisme


Acara berlangsung mulai pukul 08.00 sampai 12.00. Panitia menghadirkan empat pemateri, yaitu Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, SH., SIK., MH, Dr. Hefni Zain, MM Wakil Rektor Bid. Kemahasiswaan IAIN Jember, Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA Ketua MUI Jember, dan Prof. Dr. Ahidul Asror, M.Ag Guru Besar Filsafat Dakwah IAIN Jember

Peserta seminar yaitu dari Mahasiswa IAIN Jember, dimana total peserta yang mengikuti seminar tersebut melebihi dari kuota yang telah ditentukan oleh panitia. Mereka yang hadir diberi fasilitas minum dan makanan ringan, sertifikat akan dibagikan di akhir acara.

Memasuki acara dengan memberi gambaran awal tentang Radikalisme dan Rasisme dimana kedua hal tersebut  saat ini sedang hangat di bicarakan baik di media sosial maupun di masyarakat, “Indikator Radikalisme ditafsirkan apa adanya bukan ada apanya” ujar Bapak Hefni Zein. Radikalisme memang ditafsirkan hanya pada teks saja tidak pada Konteks sehingga membuat faham ini menjadi berlawanan, “cara menangkal Radikalisme yaitu idenya” imbuhnya lagi.

Lalu pemateri selanjutnya memberikan penjelasan tentang faham-faham yang ada sekarang. “Saya mengibaratkan kita ini berada di dalam dua ekstrim, ekstrim kanan adalah fundmentalisme dan ekstrim kiri bisa ateisme , bisa individualisme” ujar Bapak Abd. Halim Soebahar. Kedua ekstrim ini sulit untuk menciptakan iklim yang kondusif, “satu-satunya yang bisa merangkul yang tengah ini adalah Islam moderat atau Islam Nusantara” imbuhnya lagi, siapa yang di maksud islam moderat “ada NU dan Muhammadiyah yang secara identifikasi sebagai kelompok yang tergolong moderat” ujar Bapak Abd. Halim Soebahar.

“Faham-faham keagamaan itu tidak akan mati, meskipun organisasi itu telah habis tetapi faham faham keagamaan itu akan terus tumbuh dan berkembang” ujar Bapak Abd. Halim Soebahar. Ekstrim kiri akan melahirkan kader-kader, yang ekstrim kanan juga melahirkan kader-kader begitupula yang ditengah sehingga faham faham keagamaan ini terus tumbuh.

“Bukan keanekaragaman yang salah, tetapi menganggap fahamnya sendiri yang paling benar itu yang salah” ujar Bapak Hefni Zein.

Acara selanjutnya yaitu sesi tanya jawab, empat mahasiswa mengajukan pertanyaan kepada pemateri terkait dengan tema pembahasan. Dan acara diakhiri dengan pemberian cendera mata kepada pemateri.
Oldest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar